Minggu, 02 Februari 2014

sebuah tempat terindah

sebuah tempat dimana hidup dan mati sama saja, sakit dan sehat tak ada beda
sebuah tempat dimana derita dan bahagia sama saja, duka dan gembira tak ada beda
sebuah tempat dimana kaya dan miskin sama saja, tanah dan emas tak ada beda
sebuah tempat dimana pertemuan dan perpisahan sama saja, pelukan dan lambaian tangan tak ada beda

sebuah tempat didunia ini, yang telah menarik hati-hati yang diundang kesana untuk menemukannya
sebuah tempat yang membuat hati rela kehilangan segalanya
sebuah tempat yang membuat kaki masih sanggup berjalan
sebuat tempat yang membuat tangan masih sanggup melambai
sebuah tempat yang membuat bibir masih sanggup berbicara
sebuah tempat yang membuat mata masih sanggup melihat
sebuah tempat yang membuat telinga masih sanggup mendengar
sebuah tempat yang tidak sanggup kudefenisikan dengan sebenarnya

anggur ternikmat

kombinasi hujan, terik mentari, udara, dan tanah
dikebun telah menumbuhkan anggur hingga berbuah dengan warna yang memikat hati
berbondong-bondong, dengan hati yang riang semua memetik
dengan wajah yang menawan, terlihat pipi yang merah
oh enaknya buah anggur ini, begitulah kebanyakan berkata
inilah yang ternikmat, tiada bandingannya
kumerasa cukup, karena ibu bapak sertal akalku mengatakan begitu
inilah kenikmatan tertinggi dari sebuah anggur itu
dikala semuanya telah merasa yakin
seseorang dengan penuh tanya menatap angur begitu dalam
benarkah memakanmu bulat-bulat adalah kenikmatan yang tertinggi
dari balik pintu datang seseorang yang tak dikenal
ada yang lebih nikmat dari pada itu
bawalah semua anggur itu, ikutilah aku
inilah kenikmatan anggur yang tertinggi itu
diperas diambil saripatinya
menjadi satu dan minumlah
niscaya engkau mabuk
dan berkata
oh nikmatnya sungguh tak terkira
oh nikmatnya sungguh tak terbahasa

 

karena mengenalnya aku bertahan

bila bukan karena mengenalnya
mungkin tak kumaafkan
bila bukan kerena mengenalnya
mungkin telah lama pergi
karena telah mengenalnya lah
aku masih bertahan disini