Minggu, 18 Mei 2014

Waktu, tempat & orang yang tepat


untuk membuat kebaikan dan perbaikan itu bisa tumbuh dan berkembang, selalu butuh waktu, tempat dan adanya orang-orang yang tepat. jadi bila engkau dapati kebaikan dan perbaikan maka itu tidak selalu bermakna karena adanya orang-orang yang hebat pada saat itu, tapi karena Allah memberikan waktu, tempat dan orang-orang yang tepat bagi orang yang mengusahakan kebaikan dan perbaikan pada saat itu. begitu juga sebaliknya keburukan itu tidak selalu bermakna karena adanya orang-orang yang tidak hebat pada saat itu, tapi karena Allah belum mengizinkan itu menjadi waktu, tempat dan orang-orang yang tepat bagi orang yang mengusahakan kebaikan dan perbaikan pada saat itu.

maknanya adalah tiada daya dan upaya kecuali dari Allah, yang telah menghamparkan hati-hati yang ikhlas untuk diisi. adalah sebuah kesalahan menganggap bahwa sesuatu itu terjadi karena faktor manusianya saja, karena ada banyak variabel lain yang mempengaruhi dan menyebabkan gagal dan berhasilnya sesuatu, serta gagal dan berhasilnya zaman

dan ketika semua orang menyalahkan seseorang itu tidak selalu bermakna ianya salah, dan ketika semua orang membenarkan seseorang itu tidak selalu bermakna ianya benar. ada banyak hal yang tidak mampu dilihat oleh mata zahir manusia, kecuali Allah saja. akan datang suatu hari, dimana seluruh pertentangan tentang siapa yang salah dan siapa yang benar akan dijawab oleh Allah SWT. pahitnya disalahkan didunia ini, tidak sepehit diakhirat nanti, maka bersabarlah terhadap manusia-manusia yang kebanyakan menyalahkanmu, karena suatu saat nanti Allah akan menunjukan kebenarannya, dimana pada hari itu ada wajah yang putih berseri dan ada wajah yang hitam muram

bila dilihat sejarah para Nabi begitulah adanya. ingatlah kisah Nabi Nuh, kisah nabi yunus, kisah nabi musa, kisah nabi Muhammad. mestilah utuh melihat sesuatu. Nabi Nuh tidaklah gagal, Nabi Musa tidaklah gagal, tapi karena belum menjadi waktu, tempat, dan adanya orang-orang yang tepat untuk mereka usahakan kebaikan dan perbaikan pada masanya. dan Nabi Muhammadlah muara dari seluruh proses perjuangan seluruh sang nabi, yaitu islam rahmatan lil alamin, adanya waktu, tempat dan orang-orang yang tepat untuk diisi hatinya menjadi kebaikan dan perbaikan dunia

sebuah coretan kecil disiang yang cerah ini, agar tidak adanya hati yang sedih atas sebuah kegagalan yang orang menyalahkannya, dan agar tidak adanya hati yang ria atas sebuah kebarhasilan yang orang mengagungkannya. semua murni karena Allah yang menciptakan waktu tempat dan orang-orang yang sesuai dengan bagian yang diambil atau diberikan kepadanya oleh Allah dalam sebuah proses yang panjang sampai berakhirnya suatu proses itu

Rabu, 23 April 2014

Nanti Engkau Akan Tahu

alkisah suatu hari setelah sekian lama memendam sebuah luka terhadap ayahnya, akhirnya sang anak tak mampu lagi menahan segala kemarahan hatinya, segala kekecewaan yang dirasakanya, kemarahan dan kekecewaan akan sikap ayah yang membiarkannya sendiri belajar, tanpa memberi tahu mana yang baik, mana yang buruk, mana yang boleh, mana yang tidak boleh, membiarkannya tanpa pengajaran dan pembekalan apapun, sehingga sang anak untuk mengetahui manis pahitnya, enak tidak enaknya kue itu,mesti harus merasakannya sendiri, begitulah kepahitan-kepahitan itu mulai menjelma menjadi pisau-pisau yang menyayat hati. aku tidak mengerti mengapa ayah masih saja tetap begitu, meski melihatku yang sering hampir mati, yang sering sakit panjang, ayah masih saja kukuh dengan pendiriannya, membiarkanku belajar sendiri, aku tak mengerti mengapa ia begitu adanya, seakan telah menyerahkan hidup mati anaknya kepada alam. ayah aku ingin bertanya kepadamu, kenapa engkau perlakukan aku begitu, kenapa, engkau biarkan aku sendiri menghadapi dan merasakan pahit manisnya dunia ini, sementara aku tak tahu apa yang ada didalamnya, kenapa ayah, engkau biarkan aku berjalan tanpa perbekalan, hingga tak ada sepatah kata nasehatpun yang keluar dari bibirmu, apakah engkau tidak menyayangi aku. mendengar luapan kekecewaan anaknya, sang ayah tersenyum saja mendengarnya dan berkata, wahai anakku, maafkan ayah atas semua hal itu, bukanlah ayah yang menyerahkanmu, tapi alamlah yang meminta, ayah untuk menyerahkanmu. anakku nanti engkau akan tahu apakah ayah melakukan hal ini karena tidak sayang atau justru sebaliknya, karna sayang. mendengar jawaban yang singkat dan tidak tuntas itu, sang anak tak mampu menerimanya, hingga berkata,aku benci kepada ayah dan berlalu pergi. dalam hati sang ayah bicara, anakku andai engkau tau, bahwa aku tak pernah membiarkanmu, dalam diamku, aku selalu mengawasimu, mata dan telingaku meski dari jauh, lebih jelas melihatmu dan mendengarmu, dari pada mereka yang ada didekatmu, anakku andai engkau tahu, betapa sedih hatiku, saat melihatmu sering hampir mati dan sakit-sakitan, tapi ayah takkan memperlihatkan kepadamu luka itu, begitulah kesepakatan ayah kepada alam, dan ayah percaya kepada janjinya atasmu, suatu saat nanti engkau akan mengerti, kenapa ayah lakukan hal itu.
tahun demi tahun satu persatu akhirnya menjadi masa lalu, masa yang tidak mungkin kembali lagi untuk diulang, sedangkan ada jejak-jejak luka yang telah di iris oleh lidah ini kepada hati yang sebenarnya bermaksud baik untukku, sebuah hati yang telah melihat jalan takdirku, yang berbuat itu semata-mata agar aku memenuhi jalan itu, hati itu adalah hati ayahku, sebuah luka yang kuiris dengan prasangka tanpa ilmu, dan kini aku menyadari, mengapa ayah lakukan itu, aku telah merasakan dan mengalami banyak keajaiban dan kebaikan akan hal itu, yang sulit untuk ku ungkapkan pada orang lain. ayah meski kutahu tak mudah untuk menghapus jejak luka dulu, aku memohon maafmu, ayah terima kasih atas semua hal itu.

Selasa, 22 April 2014

Sadarilah

engkau ingin menyelam kelaut dalam
ingin menemukan mutiara yang indah
sadarilah engkau tidak mempunyai insang

engkau ingin terbang kelangit tinggi
ingin menemukan cahaya yang terang
sadarilah engkau tidak mempunyai sayap


mengapa begitu tinggi inginmu
sementara engkau tak mempunyai apa-apa untuk menggapainya
mengapa begitu keras dirimu
sementara kekerasan apapun tetap takkan mampu melunakannya

sadarilah, engkau tak mempunyai insang
sadarilah, engkau tak mempunyai sayap
sadarilah, jangan meminta lagi hal itu

pendekkan anganmu
dan syukurilah yang engkau miliki
niscaya akan datang yang lebih baik dari semua inginmu itu