wahai laila ternyata benar katamu tak kan ada yang sanggup mencintaiku sepertimu di dunia ini..
engkau tak pernah mengecewakanku, engkau selalu menyambutku dengan
hangat ketika ku datang, selalu menyapaku disaatku butuh sapaanmu,
menghilangkan semua rasa letih hatiku. mencintaimu tak pernah membuatku
letih dan tak berdaya. sedang mencintai yang lain kurasakan sering
membuatku letih dan tak berdaya..
hanya denganmu, kumerasakan hangatnya cinta..
rembulan dan bintang-bintang tak terlihat dihapus hujan lebat malam ini
angin kencang mengguncang ketenangan bunga lotus muda
kunang-kunang takut kebasahan keluar dari sarangnya
dimana utara dan selatan tak ada beda
aliran sungai membawa arusnya entah kemana
semua ternyata tak ada
rembulan memberi isyarat
sudah lama tak berjumpa
mari singgah sebentar di kedai arak
ingin bernostolgia sejenak
saat pertama kali kita saling menyadari
engkau temanku, aku temanmu
apakah engkau masih ingat
saat kita bersulang, dan bercerita tentang diri kita masing-masing
mimpimu adalah mimpiku
engkau mengangguk setuju
engkaupun berkata
mimpimu adalah mimpiku
akupun menjawab, ya
disaat pagi akan menjelang aku kan hilang
dan engkaupun terbangun sebelum kupergi
engkau bertanya apakah yang kita bicarakan tadi malam
aku berkata aku tak ingat
aku bertanya apakah engkau mengingatnya
sama akupun juga tak ingat
berarti semalam kita sedang mabuk
untuk mengingat dan merasakan kembali keindahan langit pada malam itu
mari kita bersulang lagi
dan esok pagi kita kan kembali lupa semua cerita kita malam ini